Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Maret 2013

Fakta-fakta Terselubung Serangan Jepang ke Pearl Harbour


Fakta-fakta Terselubung Serangan Jepang ke Pearl Harbour


1. Serangan terhadap Pearl Habor dilakukan pada 7 Desember 1941

2. Walaupun serangan cukup sukses dalam menghancurkan kapal-kapal induk AS, namun Jepang tidak menyerang dan menghabiskan kapal-kapal selam Amerika karena mereka mengganggap itu tidak penting, sayangnya keputusan itu ternyata salah, dimana kapal-kapal selam Amerika lah yang sangat berjasa dalam memutus import ekspor subsidi ke Jepang (kapal–kapal selam AS menembaki kapal-kapal yang menuju Jepang).

3. Kesuksesan Serangan terhadap Pearl Harbor mengejutkan bukan hanya dari pihak Amerika, namun juga mengejutkan pihak Jepang.

4. Sebenarnya radar di Pearl Harbor sudah mengetahui bahwa ada sekawanan formasi udara yang sangat besar yang sedang mendekati Pearl Harbor, namun petugas lapangan yang melapor kepada atasan menyalahartikan formasi itu sebagai pesawat B-17 Amerika yang dijadwalkan untuk memang datang ke Pearl Harbor.

5. Jepang menyerang dengan total 6 Carrier dan 423 pesawat.

6. Salah satu admiral Amerika berkata, “Dengan mengeyampingkan kelicikan Jepang karena menyerang secara tiba–tiba, Jepang telah melakukan pekerjaan yang sangat hebat dan sukses.”

7. Perlu diketahui bahwa sebelum serangan dilakukan, Jepang menipu Amerika dengan berkata bahwa mereka tertarik dengan perdamaian.

8. Serangan hari itu dilakukan pada hari minggu pagi, karena hari Minggu pagi itu jugalah yang menyebabkan banyak prajurit Amerika masih sedang terlelap di tidurnya dan tidak siaga.

9. Pada hari minggu itu, parahnya lagi, Admiral US Husband Kimmel, dan Jendral Walter Short sedang diliburtugaskan.

10. Sehari setelah serangan dilakukan, yakni pada 8 Desember 1941, Voting dilakukan oleh kongres Amerika dengan hasil semua anggota kongres menyatakan setuju untuk perang dengan Jepang, dan hanya ada satu suara yang tidak setuju untuk melakukan perang terhadap Jepang, orang tersebut adalah Jeannette Rankin of Montana, orang yang sama juga voting agar Amerika tidak ikut campur tangan dalam Perang Dunia I.

11. Sebenarnya US sudah merasa bahwa Jepang ada kemungkinan akan menyerang US setelah sekian lama bersitegang masalah embargo minyak. Namun, Amerika tidak menyangka bahwa Pearl Harbor akan dijadikan sasaran, Amerika merasa bahwa Jepang pasti akan mengincar Filipina terlebih dahulu.

12. Serangan dilakukan dalam 2 gelombang. Gelombang pertama targetnya adalah Battleship(kapal induk), dan pesawat. Gelombang kedua targetnya adalah kapal dan fasilitas dermaga lainnya.

13. Jepang sebenarnya ingin melakukan serangan gelombang ke 3. Namun Jepang tidak jadi melakukannya karena mereka mempertimbangkan beberapa factor. Faktor–factor tersebut adalah :
-Sudah tidak ada surprise karena AS sudah tahu bahwa mereka sedang diserang.
-Kemampuan Anti Airgun AS meningkat jauh sewaktu gelombang kedua ketimbang serangan ketika gelombang pertama. Ketika gelombang pertama kapal jepang yang jatuh hanya 6 buah, namun ketika gelombang kedua pesawat Jepang jatuh hingga 23 buah. Meningkat lebih dari 100 persen.
-Proses bolak–balik untuk gelombang ke 3 membuat kemungkinan Amerika bisa menyerang kapal induk Jepang karena pesawat–pesawat Amerika yang di darat masih ada.

14. Serangan berhenti pada pukul 9.45 pagi waktu setempat.

15. Jepang mengira serangan terhadap Pearl Harbor akan membuat AS jatuh dan tidak bisa berbicara banyak di PD 2, namun ternyata serangan tersebut malah membuat warga Amerika bahu-membahu untuk membalas Jepang dan berujung pada kehancuran Jepang.

16. Pearl Harbor dan kekuatan AL Amerika berfungsi kembali secara maksimal hanya dalam tempo 60 hari, tidak sesuai dengan perkiraan Jepang dimana perkiraannya, AL Amerika akan lumpuh hingga 6 sampai 8 bulan.

17. Ketika serangan dilakukan, Pearl Harbor benar–benar sangat tidak siap. Pesawat dibiarkan terbuka tanpa perlindungan dan berdekat–dekatan sehingga sulit untuk diterbangkan. Senjata Anti Aircraft di kapal pun semuanya dibiarkan tidak siap dan tanpa amunisi. Ditambah serangan dilakukan minggu pagi dimana banyak prajurit yang masih tidur, serangan menjadi sangat–sangat sukses.

18. Dorrie Miller, merupakan orang kulit hitam pertama di Amerika yang mendapat penghargaan Navy Cross. Ia sendiri merupakan seorang koki di Navy AS, ketika serangan terjadi ia pergi ke dek dan meskipun tidak pernah memegang senjata sebelumnya, ia langsung menuju senjata anti aircraft Browning dan menembak jatuh hingga 2 pesawat Jepang.

Sumber : kaskus.us

Rabu, 13 Maret 2013


Misteri Bulan Pesawat Apollo 11 .

Pada tahun 1969, pesawat Apollo 11 sukses mendarat di bulan. Adalah Neil Amstrong, Michael Collins, dan Buzz Aldrin yang ditugaskan NASA untuk menjadi awak dari Apollo 11 ini. Peristiwa ini begitu bersejarah bagi peradaban dunia, karena ini adalah untuk kali pertama manusia berhasil menjejakkan kaki di bulan. Sebuah kemajuan signifikan untuk teknologi manusia di zaman modern.



Lebih dari 3 dekade semenjak Apollo 11 diberitakan telah sukses mendarat di bulan, muncul beberapa pihak yang meragukan kebenaran peristiwa tersebut. Banyak alasan yang mendukung opini mereka. Salah satunya adalah teknologi pada masa itu yang belum mumpuni untuk melakukannya. Ditambah, pada tahun 1969 merupakan masa perang dingin antara Amerika dan Uni Soviet. Penegasan dari semuanya adalah, Mungkin karena Amerika ingin memenangi perang dingin tersebut, maka Amerika melakukan “kecurangan” dengan merekayasa suatu proyek luar angkasa dengan bulan sebagai tujuannya. Hal ini dilakukan karena -mungkin- Amerika merasa tersaingi dengan kabar keberhasilan Uni Soviet yang telah mengorbitkan Vostok-1 bersama Yuri Gagarin sebagai manusia pertama yang berhasil menjelajah ruang angkasa.


Berangkat dari fakta di atas, dengan suatu pemikiran sederhana saja, sudah menjelaskan kebohongan proyek tersebut. Penganut Teori Konpirasi (orang-orang yang meragukan kebenaran Apollo 11 yang mendarat di bulan) mengatakan bahwa ada terdapat banyak hal aneh yang dapat membuktikan teori mereka, beberapa di antaranya yaitu :
Tidak mungkin dapat mengambil gambar di bulan dengan kamera foto sebab film akan meleleh pada suhu 250°F.
Bendera Amerika yang berada di bulan dalam foto terlihat berkibar-kibar (padahal di bulan tidak ada atmosfer, kok bisa ada angin ?).
Untuk bisa mendekati bulan, sebelumnya Apollo 11 terlebih dahulu harus melewati sabuk Radiasi Van Allen ( Van Allen Belts) yang dapat menghasilkan jumlah radiasi yang cukup banyak. Hal ini bisa berakibat fatal untuk para astronot. Mungkinkah para astronot akan selamat sampai tujuannya?
Bayangan foto astronot Apollo 11 terlihat di banyak titik yang berarti memakai pencahayaan dari banyak sumber, sementara sumber cahaya di bulan seharusnya hanya dari arah Matahari.
Pemandangan langit dari bulan terlihat sangat hitam, tidak ada satu cahaya bintang sedikitpun yang dapat dilihat dari foto-foto yang diterbitkan oleh NASA sendiri.

Astronot Apollo XI.  
Bendera Amerika yang tampak berkibar.  
The Apollo Moon Hoax photographic.  
Bayangan astronot yang terlihat berasal dari banyak angel.


Tak sedikit orang yang menganggap Proyek Apollo ini sebagai hoax terbesar abad 20. Pro-kontra masalah pendaratan di bulan ini sudah berlangsung lebih dari 10 tahun. Dan tidak akan pernah berakhir meskipun NASA mau membawa salah seorang yang kontra ke bulan untuk membuktikannya. Pemerintah Amerika -dalam hal ini adalah NASA- juga memiliki jawaban atas semua keanehan yang dipaparkan oleh para penganut teori konspirasi. Dan hal ini sudah sangat jelas semakin membuat bingung masyarakat dunia dalam membuat kesimpulan tentang benar tidaknya kasus ini.

NASA menjawab:
Film biasa memang akan meleleh pada suhu 250°F, namun yang digunakan oleh astronot bukanlah film biasa. Yang digunakan oleh astronot Apollo 11 adalah film dengan transparansi khusus yang dirancang untuk lingkungan yang tidak ramah seperti bulan. Menurut Kodak, film akan melemah pada suhu 200°F dan tidak akan meleleh hingga suhu 500°F. Untuk kamera yang digunakanpun, dilindungi dalam sebuah desain casing khusus yang bisa menjaga film tetap dalam suhu yang diinginkan. Dan casing ini mememiliki peran serupa seperti seragam astronot.
Kondisi di bulan yang tanpa angin memang terdengar janggal bisa membuat bendera berkibar. Namun untuk membuat bendera tetap berkibar tidak selalu dibutuhkan angin. Para astronot memasang semacam tongkat horizontal di bagian paling atas bendera dengan tujuan agar bendera tetap merentang. Sementara untuk kibarannya, sebenarnya lebih pantas disebut bergetar. Bendera yang bergetar berasal dari astronot yang baru saja menancapkan tiang bendera dengan cara memutar tiang maju mundur. Dan jika ditelisik lebih jauh, getaran ini akan terus berlangsung lama karena gravitasi bulan 1/6 gravitsi bumi, dan getaran ini tidak akan diperlambat sebab kondisi vakum memungkinkan tidak adanya gaya luar untuk menghentikan getaran itu sendiri.
Radiasi adalah satu hal yang tidak masuk perhitungan NASA sebelum penerbangan pertama. Namun NASA menginvestasikan dana lumayan besar untuk penelitian dan menyimpulkan jika resikonya boleh dibilang kecil. Apollo memerlukan waktu 1 jam untuk melewati sabuk radiasi ini berangkat dan kembali lagi. Total radiasi yang diterima astronot berjumlah 1 rem. Sementara orang akan mengalami kesakitan pada radiasi 100-200 rem, dan kematian pada radiasi di atas 300 rem. Perbandingannya begitu signifikan sehingga tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap astronot.
Sumber cahaya di bulan hanya berasal dari matahari saja. Sudah sepatutnya bayangan yang adapun hanya satu saja. Namun kasus ini hanya akan terjadi jika objek berada di permukaan rata dan tidak berefek 3 dimensi. Teori mudahnya, suatu objek dalam realitas 3 dimensi pada permukaan yang tidak rata dalam foto dua dimensi yang memiliki kontras, bayangan akan jatuh ke arah yang sedikit berbeda dan terkesan memiliki angel lebih dari satu.
Langit di bulan terlihat hitam dan tak terlihat satu bintang pun disebabkan oleh fokus kamera. Kamera paling canggih pun tidak akan mungkin bisa memperlihatkan 2 objek bersamaan dengan fokus yang sama. Dalam kasus ini, fokus kamera hanya kepada astronot sehingga hanya astronotlah yang terlihat jelas sementara bintang akan tampak redup atau bahkan tak terlihat. Lagi pula, di bulan hampir bisa dikatakan tidak memiliki atmosfer, sehingga langit akan terus terlihat hitam pada keadaan siang ataupun malam. Hal ini disebabkan karena di bulan tidak ada partikel yang akan membiaskan cahaya matahari, sehingga panjang gelombang warna cahaya tidak akan terhamburkan satupun.

Bahkan NASA juga memberikan satu bukti tentang kebenaran pendaratan Apollo 11 ke bulan. Suatu bukti sangat kuat yang dapat mematahkan fikiran skeptis para penganut teori konspirasi. Yaitu sebuah batu yang bersal “oleh-oleh” berupa bebatuan yang diambil oleh Neil Amstrong cs yang memiliki berat total 382 kg. Bebatuan ini telah diteliti sebelumnya oleh banyak ahli geologi dan menurut mereka bebatuan ini memiliki karekteristik yang sama dengan batuan bulan yang ditemukan di pesawat ruang angkasa Rusia tanpa awak.




Dunia Ufology, mengatakan ada sebuah pangkalan makhluk asing di Bulan yang sangat rahasia.

Walaupun masih sebatas spekulasi, tanda-tanda akan hal ini pernah dialami oleh sebagian daripada kita yaitu para Awak Apollo yang mengunjungi bulan. Dari 7 misi Apollo ke Bulan ( Apollo 11 – 17 ), hanya Apollo 13 lah yang mengalami kegagalan akibat terjadinya kebocoran modul servis yang menyebabkan hilangnya persediaan oksigen, air, listrik, dan fungsi mesin. Beruntung para Astronot Apollo 13 semua dapat terselamatkan. Saat mengunjungi bulan, terdapat beberapa kejadian aneh yang dialami oleh para astronot Apollo. Nampaknya ada yang merasa terusik oleh kedatangan mereka kesana, dan itu ditandai dengan munculnya serangkaian kejadian-kejadian aneh dan gan njil pada saat para Astronot mendekati satelit alami bumi itu.

Benarkah ada suatu pangkalan kehidupan cerdas di bulan yang sangat misterius?

Sebenarnya, kecurigaan-kecurigaan mengenai adanya kehidupan makhluk cerdas di bulan ini sudah dapat teramati fenomenanya oleh manusia di bumi.
Laporan banyak berdatangan dari para ahli perbintangan maupun para peminat astronomi dari beberapa negara di seluruh dunia, termasuk dari Indonesia. Dedi Suardi contohnya, tatkala mengamati bulan dengan teleskopnya, pria yang dikenal sebagai seniman, penulis dan peminat serius astonomi ini menyaksikan kejadian aneh di permukaan bulan. Pada saat ia mengamati bulan dengan teropong bintang Calestron Catadiotric yang berdiameter 8 ichi, ia tiba-tiba melihat benda hitam mirip anak panah yang dengan gesitnya hilir mudik dari ujung tanduk bulan ke ujung tanduk yang lain. Lebih fantastis lagi, guna mencapai sisi bulan yang lain, benda aneh itu hanya memerlukan waktu 1/2 detik!!kejadian ini berlangsung satu jam sebelum lenyap dari pandangan teleskop. Munculnya beberapa obyek-obyek misterius di sekitar bulan juga sempat dilaporkan oleh para pakar perbintangan Amerika dan Perancis jauh sebelum misi Apollo dilaksanakan yaitu ditahun-tahun disepanjang 1920 – 1930 an. Disepanjang era itu, memang kerap muncul laporan dari para ahli perbintangan mengenai munculnya segerombolan benda-benda terbang yang bersinar dan bergerak hilir mudik di sekitar bulan. Bahkan laporan-laporan tersebut sempat menghiasi surat kabar dan jurnal-jurnal disepanjang tahun tersebut.

Obyek Terbang bercahaya yang Berhasil Diabadikan oleh Astronot Apollo 14.

Hal yang semakin menggairahkan para peminat astronomi termasuk ufology adalah ketika munculnya laporan mengenai adanya sebuah “jembatan” misterius dipermukaan bulan sepenjang beberapa milyang disaksikan oleh seorang ahli perbintangan terkenal John O’Neill. Pada tanggal 29 Juli 53, ia memang menyaksikan obyek “jembatan” aneh yang memanjang 12 mil di daerah Mare Crisium Bulan. Namun entah mengapa, beberapa hari kemudian jembatan aneh tersebut menghilang. Apakah benar makhluk-makhluk cerdas itu membongkarnya dengan sebab jembatan itu terlalu mencolok sehingga dapat dengan mudah diamati oleh manusia di Bumi? (mengingat letaknya juga tidak pada “dark side” dari bulan itu sendiri)
Sementara kesaksian O’Neil tersebut banyak dicemooh oleh para astronom lain, muncullah kesaksian pakar bulan nomor wahid dari Inggris H.P.Walkins, yang menandaskan bahwa ia pun menyaksikan jembatan aneh yang tiba-tiba muncul itu!! Setelah itu, Patrick Moore, anggota British Astronomical Association, juga melihat jembatan di Bulan yang menghubungkan satu gunung dengan gunung lainnya di dataran Mare Crisium/ Sea of Crysis. Yang lebih aneh lagi, 84 tahun sebelum kesaksian O’Neill, Swift dari Matton II, menyaksikan obyek-obyek yang bergerak melintasi bulan pada tanggal 7 Agustus 1869, dua puluh menit sebelum terjadi gerhana matahari total. Bahkan lima tahun sesudahnya, tepatnya pada tahun 1874, Monsieur Lemey, pakar langit dari Perancis, melaporkan bahwa dirinya melihat objek-objek yang jumlahnya sangat banyak, berwarna hitam, berbondong-bondong melintasi permukaan bulan.
Seorang astronomer Jerman bernama J.H. Schroeter, yang hampir sepanjang hidupnya mengabdikan diri pada pembuatan peta Bulan, pada tanggal 26 September, 1788, melihat sebuah sinar cerah keputihan, persis seperti bintang, tiba-tiba berkilauan disekitar puncak-puncak dipermukaan bulan Alps dekat kawah atau kepundan Plato. Sinar itu terus menerus memancar kira-kira lima belas menit untuk kemudian hilang. Terang sinar ini tidak mungkin berasal dari sebuah meteor.
Di Lowell Observatory di Arizona, pada tanggal 30 Oktober, 1963, seorang astronomer lain, John Greenacre menyaksikan sinar merah dipermukaan Bulan. Sinar itu menurut Greenacre amat kuat hingga “mirip dengan batu permata ruby yang besar.”

Senin, 11 Maret 2013

MISTERI PEMBUNUHAN JOHN F KENNEDY


Misteri Pembunuhan John F Kennedy

15092008
Sejumlah dokumen dan transkrip pembicaraan tentang rencana pembunuhan Presiden John Fitzgerald Kennedy (JFK) ditemukan. Akankah misteri dan dalang pembunuhan itu terungkap?
Ruby Carousel Club, Dallas, Amerika Serikat (AS), pada 4 Oktober 1963, terjadi sebuah pembicaraan penting soal konspirasi pembunuhan. Jack Ruby selaku pemilik Ruby Carousel Club dan Lee Harvey Oswald berdebat rencana besar untuk “membersihkan” John F Kennedy.
Keduanya berdebat keras dengan kata-kata tajam dan penuh ketegangan.
Lee: Banyak cara untuk membersihkan dia (Jaksa Agung Robert Kennedy) tanpa harus membunuhnya?
Ruby: Bagaimana caranya?
Lee: Saya bisa menembak saudaranya.
Ruby: Maksudmu Tuan Presiden.
Lee: Betul,Tuan Presiden.
Ruby: Namun, tindakan itu tidak patriotik.
Pada pembicaraan yang tegang tersebut Lee menyatakan akan membunuh semua keluarga Kennedy serta membutuhkan senapan dan gedung yang tinggi. Kemudian, dalam pembicaraan itu, Ruby berkata, “Kamu terlalu banyak mengajukan pertanyaan. Ingat, mereka tahu apa yang kamu rencanakan, tapi kamu tidak tahu mereka. Mereka selalu mengawasimu…”.
Sebulan kemudian, tepatnya 22 November 1963, JFK tewas ditembak saat melakukan kunjungan ke Dallas. JFK yang menggunakan mobil Ford Convertible (atap terbuka) itu tewas seketika begitu dua peluru menghantam leher dan kepalanya, saat iring-iringan kendaraannya melintas tepat di depan Texas Scholl Book Depository. Lee Harvey Oswald belakang diduga sebagai pelaku penembakan terhadap JFK.
Sementara itu, Jack Ruby adalah orang yang menembak mati Lee ketika berhasil ditangkap polisi. Kematian Lee yang belum pernah dihadapkan ke pengadilan membuat kematian JFK menjadi misteri. Namun,kini terungkap adanya hubungan antara Lee dan Ruby.
Hal itu setelah ditemukannya dokumen berisi transkrip pembicaraan keduanya. Dokumen penting yang telah tersimpan selama empat dekade di pengadilan Dallas itu ditemukan di antara tumpukan kertas dalam beberapa kardus yang disimpan di lantai 10.
Jaksa Dallas County Craig Watkins menyatakan, dokumen ini bukan termasuk kategori rahasia. Sebab, di dalam kotak itu banyak dokumen berisi transkrip rencana pembunuhan JFK yang dikumpulkan sejak 1963.
“Kami tidak tahu pasti apakah transkrip pembicaraan itu aktual atau tidak. Itu akan menjadi perdebatan di lingkungan masyarakat, apakah itu benar atau tidak, telah terjadi sebuah konspirasi untuk membunuh presiden (JFK),” jelas Watkins.
Selain itu, berdasar pembicaraan antara Lee dan Ruby, terungkap bahwa rencana pembunuhan itu sebenarnya diarahkan kepada saudara JFK, yaitu Robert Kennedy yang menjadi jaksa agung.
Opini berbeda disampaikan Terri Moore, asisten Watkins. Dia menyatakan, transkrip pembicaraan yang telah dimuat pada harian Dallas Morning News itu merupakan bagian dari transkrip film yang dibuat seorang sutradara bernama Henry Wade.
Israel Ada di Balik Pembunuhan JFK
London, Senin – Israel berada di balik pembunuhan Presiden AS John F Kennedy pada tahun 1963. Hal itu terjadi karena John F Kennedy menekan David Ben Gurion, Perdana Menteri Israel saat itu, soal nuklir Israel. Demikian diutarakan oleh Moderchai Vanunu kepada mingguan London berbahasa Arab Al-Hayatt, yang hasilnya akan diterbitkan dalam suplemen harian itu bernama Al-Wassat.
Vanunu adalah mantan teknisi pada reaktor nuklir Israel di Dimona, selatan Negev. Vanunu dipenjara setelah ditangkap Mossad pada 1986 karena membocorkan rahasia nuklir Dimona kepada harian Inggris Sunday Times. Proyek nuklir Israel itu sudah berusia 40 tahun, dimulai secara resmi tahun 1965.
Setelah dibebaskan pada April 2004, Vanunu tak diperbolehkan berbicara dengan orang asing, tidak boleh bepergian ke luar negeri. Tidak jelas, bagaimana dia bisa diwawancarai oleh media.
Hari Senin kemarin Mahkamah Agung Israel di Jerusalem memutuskan Vanunu tidak boleh keluar dari Israel dan juga tidak boleh memberikan wawancara kepada media. “Ini hari sedih,” kata Vanunu.
Alasan Israel, mulut Vanunu masih bisa “bocor” dan membeberkan rincian reaktor Dimona, termasuk otak di balik reaktor nuklir tersebut.
Kembali ke soal pembunuhan John F Kennedy (JFK), Vanunu mengatakan, menurut sebuah indikasi yang sudah hampir pasti, Kennedy dibunuh sehubungan dengan tekanan yang diberikannya kepada Ben Gurion sehubungan dengan reaktor nuklir Dimona.
Ben Gurion adalah perdana menteri (PM) pertama Israel yang menjabat pada periode 1949 hingga 1954. Ia terpilih kembali sebagai PM dari 1955 hingga 1963. Ben Gurion adalah Yahudi keturunan Polandia yang lahir pada tahun 1886 dan pindah ke Israel tahun 1906.
“Kami tidak tahu siapa yang akan tampil menjadi PM dan memutuskan untuk menggunakan senjata nuklir dalam perjuangan melawan negara-negara tetangga Arab,” kata Vanunu, yang kini tinggal di sebuah apartemen yang diawasi.
Berita soal pembunuhan JFK oleh peran Israel itu tidak begitu runtut. Namun yang jelas, pada Juni 1964 Levi Eshkol tampil sebagai PM menggantikan Ben Gurion. Reaktor nuklir Dimona dimulai tahun 1965, tetapi perencanaannya sudah dilakukan sebelumnya.
Oswald
Secara terpisah, sebuah sumber di Israel kepada WorldNetDaily mengatakan, setelah pembunuhan JFK, intelijen Israel melakukan sebuah tugas untuk memperlihatkan bagaimana Lee Harvey Oswald (penembak JFK) bisa membunuh JFK dari posisinya di lantai 6 sebuah gedung yang dekat dengan iringan-iringan JFK di Kota Dallas.
Namun, sebuah simulasi lain menunjukkan bahwa si penembak Kennedy menggunakan peralatan yang sangat canggih, yang dipasangkan pada sebuah tripod. Peralatan tembak itu juga menggunakan sinar laser pelacak sasaran yang akurat. Sumber tersebut mengatakan, “Hampir tidak mungkin bagi Oswald melakukan penembakan seperti yang dituduhkan.”
Selama ini cerita yang beredar soal penyebab kematian JFK adalah konspirasi di balik semua itu, yang hingga kini belum jelas juga.
Namun, juru bicara untuk PM Israel Ariel Sharon bernama Ra’anan Gissin mengatakan, komentar Vanunu justru akan membuat kredibilitas Vanunu semakin rusak.
Timur Tengah terancam
Pada wawancara itu, Vanunu meminta Pemerintah Jordania untuk segera memeriksa warga Jordania, apakah sudah terkena radiasi nuklir atau tidak serta melakukan tindakan pengobatan segera. Dimona berada di Israel selatan dan perbatasan dengan Jordania.
Vanunu juga mengatakan, Israel kini memiliki senjata yang bisa menghancurkan kawasan dan membunuh jutaan orang. Ia menambahkan, Timur Tengah kini berisiko terkena radiasi nuklir jika terjadi kecelakaan pada reaktor nuklir Dimona, atau kecelakaan itu akan mirip dengan “Chernobyl kedua”, mengambil cerita soal bencana nuklir Ukraina yang mematikan 15.000 orang. Akibat bencana itu tiga juta orang hingga kini terus menerima santunan.
Vanunu juga mengatakan, Ketua Badan Energi Atom Internasional Mohamed ElBaradei tak diberikan akses ke reaktor nuklir yang sebenarnya, dalam kunjungannya ke Israel dua pekan lalu.